Dia ingin melihat-lihat kamera SLR yang sekarang sudah banyak yang menggunakannya. Lalu dia bersiap-siap untuk pergi.
Setelah penampilannya dirasa rapi, dia langsung pergi dengan berjalan kaki.
Setelah berjalan kira-kira setengah jam, akhirnya Danbo sampai ke toko kamera. Lalu dia melihat-lihat kamera-kamera yang ada disitu.
Akhirnya Danbo memutuskan untuk membelinya. Dengan hati gembira dia kembali lagi ke rumah. Dalam pikirannya terbayang-bayang objek-objek yang akan dia foto. Sesampainya di rumah dia meletakan kameranya di sembarang tempat. Kemudian dia mencari apel yang sudah disiapkannya untuk dimakan sepulang dari toko.
Danbo bingung, siapa yang telah memakan apel tersebut. Tetapi rasa penasaran itu digantikan dengan rasa ingin mencoba kamera barunya. Lalu dia mulai mengambil kamera yang baru dibelinya.
Dia berkeliling rumah, mencari di setiap sudut rumahnya. Mencari di ruang tamu, ruang keluarga, dapur, akan tetapi tidak ketemu kamera tersebut.
Danbo sedih, lalu dia mulai marah. Pertama apelnya telah dimakan dan kedua kamera yang baru dibelinya hilang. Lalu dia mulai mengacak-acak barang.
Akhirnya dia berinisiatif untuk membeli kamera itu lagi. Lalu dia bergegas keluar rumah.
Danbo sangat senang sekali, menemukan kameranya yang tadi hilang. Kemudian dia memulai untuk menjepret semua yang dilihatnya dalam kamera kesayangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar